Jumat, 21 Juni 2013

Sinopsis dan Resensi Film Breaking Dawn Part 2


Serial film Breaking Dawn - Part 2 ini, merupakan kelanjutan kisah dari film The Twilight Saga : Breaking Dawn - Part 1.  Film Breaking Dawn 2 ini masih dibintangi oleh pemain lama, yaitu Kristen Stewart atau Isabella Swan, Robert Pattinson atau Edward Cullen, dan Taylor Lautner atau Jacob Black. Film ini diadaptasi atau diambil dari cerita sebuah novel karya Stephenie Meyer, film ini memiliki banyak penggemar fanatik di seluruh dunia, tak terkecuali Indonesia. Mulai dari para remaja hingga orang tua, karena film ini sangat menarik untuk ditonton, ceritanya pun tidak membosankan dan cukup menegangkan.
Di Indonesia, film ini mulai diliris tanggal 16 Nopember 2012. Dan sejak film ini tayang, bioskop yang menayangkannya tidak pernah sepi sama sekali oleh penonton, terlebih para penggemar fanatiknya, bahkan terdapat banyak orang yang sampai menonton film ini lebih dari tiga kali. Film ini pun mendapat banyak respon, dari mulai yang baik hingga negative. Namun penayangan film Breaking Dawn 2 ini tetap menjadi film terfavorit saat itu, bahkan di Bogor pun film ini ditayangkan sangat lama hingga berminggu-minggu. Hal itu membuktikan bahwa film ini sangat laris dan memang telah ditunggu-tunggu sejak film Breaking Dawn 1, atau mungkin sejak film perdananya, yang berjudul Twilight.
Melihat kembali pada kisah sebelumnya dalam film Breaking Dawn part 1, yang pada waktu itu Bella sudah diujung menuju kematian karena ketetapannya untuk melahirkan anak pertamanya, dengan sangat terpaksa Edward menggigiti tubuh Bella hingga racun vampire menyebar ke seluruh tubuhnya. Dan kemudian, Bella pun berubah menjadi seorang makhluk immortal abadi atau vampire.
Film ini diawali dengan sebuah adegan yang cukup menarik, yaitu mata Bella yang terbuka. Namun betapa terkejutnya, matanya berwarna merah menyala yang artinya ia telah berubah menjadi seorang vampire yang utuh. Kekuatan yang ia miliki pun sangat kuat dan liar, betapa luar biasnya kekuatannya itu sehingga ia pun harus dipandu langsung oleh Edward dan para keluarga vampirnya yang lain.
Sebagai orang yang baru saja berubah menjadi vampire, Bella merasakan haus yang sangat berlebihan sehingga mengharuskan ia mencari darah. Pada saat ia dan Edward berada di hutan, ia melihat seorang pemanjat tebing di sebuah tebing yang sangat curam, terlebih pada saat si pemanjat itu terluka karena hendak jatuh, Bella sangat tersiksa akan rasa hausnya itu dan hampir membuatnya menghisap darah orang tersebut. Tapi berkat Edward yang menghalau Bella, akhirnya Bella pun berhenti dan mencari mangsa lain. Karena dalam keluarga Cullen terdapat aturan untuk tidak meminum darah manusia.
Setelah itu, ia kembali ke hutan dan melihat seekor kijang, tetapi disaat yang bersamaan ternyata terdapat seekor kucing hutan yang juga mengincar kijang tersebut. Lalu, Bella dan kucing terebut berkelahi untuk memperebutkan seekor kijang, tapi berkat kegigihannya, Bella menang dan akhirnya darah kucing hutan tersebut lah yang menjadi santapan Bella, sehingga rasa haus Bella pun reda.
Bella dan Edward lalu pulang ke rumah mereka dan melihat putri kecil mereka yang bernama Renesmee Charlisle Cullen. Nama Renesmee merupakan gabungan antara nama kedua orang tua dari Bella dan Edward, yaitu Rene, Esme, Chaelisle, dan Charlie. Sama seperti vampir yang lainnya, pertumbuhan Renesme sangat cepat, dan ia pun tumbuh menjadi gadis kecil yang sangat cantik. Sama seperti yang sudah diceritakan sebelumnya, Renesmee merupakan setengah vampir dan setengah manusia.
Bella dan Edward sangat menyayangi Renesmee, namun pada saat mereka mencari informasi tentang anak yang setengah vampire dan setengah manusia, mereka sangat terkejut karena isunya anak tersebut tak akan bisa bertahan hidup lebih lama. Mereka sangat bersedih akan hal tersebut, mereka merasakan ketakutan yang berlebihan, karena mereka sangat tidak ingin kehilangan Renesmee. Bella, Edward, Jacob, dan keluarga Cullen sangat memperhatikan dan menyayangi anak itu, mereka menjalani hari-hari dalam ketegangan dan ketakutan.
Sampai suatu ketika, Bella, Edward, Renesmee dan Jacob sedang bermain-main di lapangan tempat James menemukan Bella pertama kali, tanpa disangka dan tanpa diduga, Irina (keluarga dekat Edward yang tinggal di Denali) melihat Renesmee yang sedang memegang salju dengan kekuatan yang luar biasa. Melihat kejadian tersebut, Irina langsung berfikir bahwa Renesmee adalah seorang anak abadi yang menurut hukum vampire, anak abadi haruslah segera dimusnahkan. Irina kemudian segera melaporkan masalah Renesmee ini kepada keluarga Volturi, keluarga yang menguasai hukum di dunia vampir. Bella yang melihat Irina yang sedang memperhatikan mereka, ia pun berlari untuk mencegah Irina, tetapi usahanya tersebut sangat sia-sia. Irina berhasil lari dan melaporkan masalah tersebut kepada keluarga Volturi.
Keluarga Volturi sangat terkejut tetapi mereka sangat senang akan hal itu, karena mereka memiliki dendam yang mendalam terhadap keluarga Cullen. Menurut mereka, hal ini menjadi sebuah ajang atau sudah saatnya untuk mereka membalaskan dendamnya dan menghancurkan keluarga Cullen. Mereka sangat yakin akan memenangkan kasus ini.
Dalam waktu sebulan saat setelah salju menumpuk, Volturi beserta ratusan pasukannya merencanakan akan datang menemui keluarga Cullen untuk diadili dan diberi hukuman. Namun keluarga Cullen tidak tinggal diam, mereka merencanakan sebuah misi yang akan membuat keluarga Volturi mengerti dan percaya bahwa Renesmee bukanlah anak abadi, ia anak biologis dari Edward dan Bella. Keluarga Cullen mempergunakan waktu 30 hari tersebut untuk mengumpulkan kesaksian dari para kerabat dan teman dekat mereka yang tersebar diseluruh dunia.
Mereka mengumpulkan para kerabat dan teman dekat mereka bukan untuk melawan dan berperang dengan keluarga Volturi, melainkan untuk menggunakannya sebagai saksi di depan seluruh keluarga Volturi bahwa Renesmee bukan anak abadi, dan dia tidak berbahaya. Untuk mengumpulkan saksi dalam waktu 30 hari tidaklah mudah, karena sebagian besar vampir yang mereka kenal hidup secara nomaden. Tetapi seluruh keluarga Cullen terus berusaha, sampai akhirnya terkumpullah beberapa orang yang mau bersaksi.
Kelompok Denali yang terdiri dari Tanya, Kate, Eleazar dan Carmen, kelompok nomaden Garret, Marry, Randall, Charlotte dan Peter, kelompok Irlandia yang beranggotakan Siobhan, Liam, Linaa dan Maggie, kelompok vampir dari Mesir Amun, Kebi, Benjamin dan Tia, Alistair vampir penyendiri yang datang dari Inggris, juga kelompok amazon yang terdiri dari Zafrina, Kachiri dan Senna. Mereka semua datang untuk membantu keluarga Cullen, mereka semua akan bersaksi kepada keluarga Volturi bahwa Renesmee bukan anak abadi.


Dalam masa pencarian saksi tersebut diketahui bahwa Bella memiliki kekuatan bertipe perisai yang dapat digunakan sebagai benteng dan tameng untuk melindungi orang yang ia sayangi. Sayangnya, kekuatannya sangat terbatas. Tapi, karena dibantu para vampir yang lain dan Edward sebagai kelinci percobaan, akhirnya Bella berhasil menaklukkan kekuatan perisainya. Saat itu, terjadi banyak kelucuan dan hal-hal yang tak terduga lainnya. Sementara itu, Alice dan kekasihnya pergi entah kemana.
Hari demi hari berlalu, hingga pertemuan keluarga Cullen dan keluarga Volturi pun tiba. Dibantu seluruh werewolf dari suku Quillette, dan seluruh kerabat vampir yang berhasil mereka kumpulkan, keluarga Cullen yakin mereka dapat meyakinkan keluarga Volturi untuk tidak menjatuhkan vonis terhadap semua yang terlibat di dalamnya. Volturi kemudian memanggil Edward untuk dipegang tangannya. Volturi pun tersenyum dan terpukau sehingga membuatnya semakin penasaran dengan Renesmee. Selanjutnya ketua Volturi pun meminta keluarga Cullen untuk mengantarkan Renesmee dan memegang tangan gadis kecil itu. Bukannya tangan ketua Volturi itu yang dipegang oleh Renesmee, tetapi ia langsung memegang pipi Volturi itu. Volturi pun semakin sumringah.
Sayangnya, bukannya semakin melunak, tapi Volturi tetap menyerang keluarga Cullen. Tetapi pada saat hendak akan memulai perang, tiba-tiba datanglah Alice dengan membawa tiga orang lainnya, ia pun segera menghadap Volturi. Alice merupakan keluarga Cullen yang memiliki kemampuan menerawang masa depan. Kemudian, dipeganglah tangan Alice oleh Volturi. Saat itu, Alice memberikan sebuah aba-aba kepada Bella agar Renesmee dan Jacob pergi menjauh dari tempat tersebut.
Dan perang pun tak terhindarkan, masing-masing kelompok berjatuhan satu per satu termasuk Chaelisle, ayah Edward. Pengawal Volturi yang dikenal memiliki kekuatan tak terbatas juga tumbang oleh Edward dan Bella.  Hingga akhirnya Volturi bertarung langsung dengan Edward dan Bella. Pertarungannya begitu complicated, menegangkan, dan mengerikan, namun sangat seru untuk ditonton. Dan pasangan vampir dua sejoli tersebut akhirnya dapat memusnahkan Volturi selamanya.
Terkejut, hal itu yang saya rasakan selanjutnya, ternyata peperangan tersebut hanyalah pandangan Volturi terhadap Alice yang menerawang jauh ke depan. Keluarga Volturi kemudian menyerah dan pergi meninggalkan keluarga Cullen dengan kekalahan telak yang memalukan.
Setelah itu, Alice pun menghampiri keluarganya dan menunjukan dua orang pasangan ibu dan anak dari kaum Indian, mereka adalah ibu yang melahirkan anak saat sebelum menjadi vampir, dan anaknya merupakan seorang anak yang setengah vampir dan setengah manusia, dan dia bukan merupakan anak abadi. Tak disia-siakan oleh Bella, ia pun segera menanyakan umur anak tersebut untuk mengetahui dapat seberapa lama seorang setengah vampire dan setengah manusia dapat bertahan hidup. Dan jawaban yang cukup melegakan baginya dan keluarganya, anak itu menjawab bahwa umurnya adalah 150 tahun. Keluarga Cullen sangat gembira, terlebih Bella dan Edward.
Film ini pun ditutup dengan cerita yang sangat manis, yaitu diceritakan bahwa ternyata Bella juga memiliki kemampuan lain, yaitu dapat berbagi kenangan, dan ia pun menunjukan sebuah kenangan  kepada Edward pada saat mereka berada di taman bunga.


RESENSI FILM
BREAKING DAWN - PART 2

Judul                     :               Breaking Dawn – Part 2
Sutradara            :               Bill Condon
Naskah                                 :               Melissa Rosenberg
Produser             :               Wyck Godfrey, Karen Rosenfelt, Stephenie Meyer
Pemain                 :               Kristen Stewart (Bella Swan), Robert Pattinson (Edward Cullen),
Taylor Lautner (Jacob Black)
Distributor          :               Summit Entertainment

Film Breaking Dawn merupakan filmn yang paling ditunggu-tunggu para pencinta film di dunia.  Sekuel terbaru dari trilogi film twilight.  Breaking dawn ini merupakan Seri terakhir dari serial Twilight yang disadur dari novel karya Stephenie Meyer yang berjudul sama. Breaking Dawn adalah judul buku keempat dari lanjutan seri Twilight setelah Twilight, New Moon dan Eclipse. Di negara aslinya, USA, buku Breaking Dawn dengan rekor penjualan di hari pertama launching-nya mencapai 1,3 juta eksemplar.

Twilight Breaking dawn part 2 ini dilihat dari cara pandang Jacob Black.  Walaupun telah menikah dengan Edward ternyata Jacob masih memiliki perhatian yang mendalam kepada Bella.  Hal ini sangat ditentang oleh kawanan Were Wolf / Manusia serigala yang menginginkan Jacob melupakan Bella.  Bella yang begitu menderita ketika melahirkan membuat Jacob marah karena melihat penderitaan Bella dan berencana membunuh bayi yang ada dikandungan Bella tersebut.  Tetapi semuanya berubah ketika Bayi itu lahir, Jacob mengurungkan niatnya untuk membunuh bayi tersebut.  Bayi itu sendiri bernama Renesmee.  Kemudian setelah melahirkan Bella sendiri berubah menjadi Vampire. Sekuel Film Twilight Breaking dawn ini masih diperankan oleh pemainnya terdahulu. 

Hal tersebut menunjukan bahwa film ini sangat bagus. Pembukaannya pun terkesan cukup menegangkan dan membuat kita merasa penasaran. Hampir tidak ada cacat di dalamnya. Tapi saya melihat bahwa editannya terlalu jelas dan mungkin hal ini membuat penonton menjadi kurang untuk masuk ke dalam cerita maupun visualisasinya. Namun, secara keseluruhan, film ini sangatlah bagus dan ketegangan yang dirasakan sangat membuat seru para penontonnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar